Ciri-Ciri Orang Yang Bahagia

Posted: Januari 13, 2010 in Cargo Udara & Kurir
Tag:

Ada 4 [empat] hal yang harus dimiliki oleh manusia, agar manusia mendapatkan hidup bahagia, baik di dunia dan di akherat. Kebahagian bukan terletak pada materi, 4 [empat] hal itu bukan hal yang sulit untuk diraih oleh manusia, hampir semua tidak berkaitan dengan materi, akan tetapi berkaitan dengan hati, 4 [empat] ciri orang yang bahagia :

1. Punya mental atau sikap selalu berdzikir

Dzikir tidak hanya terbatas pada membaca subhannallah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali dan Alhamdulillah 33 kali dan sebagainya. Akan tetapi dzikir adalah aktivitas kerja yang dilandaskan atau digariskan oleh Allah SWT, adalah termasuk dzikir. Jika hati tentram, tidak banyak mengeluh [berkeluh kesah], berarti sudah termasuk bahagia, hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS 13 : 28 ”[yaitu] orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. Dalam ayat ini, hati tentram maka hidup akan bahagia, jadi ukuran bahagia adalah hati, bukan materi.

2. Punya hati yang selalu bersyukur

Caranya bersyukur, tercermin dalam Al-Qur’an QS 14 : 7 ”Dan [ingatlah] ketika Tuhanmu memaklumkan, ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah [nikmat] kepadamu, tetapi jika mengingkari [nikmat-Ku], maka pasti azab-Ku sangat berat”. Dalam ayat ini jika bersyukur akan ditambah pintu rahmat Allah SWT kembali.

Syukur dengan mengucapkan Alhamdulillah adalah bentuk syukur dengan lisan, sedangkan jika syukur dengan hati, maka manusia tidak berkeluh kesah, menyakini apa yang diberikan oleh Allah SWT, tidak berburuk sangka terhadap karunia Allah SWT. Imam Al-Ghazali, memberikan nasehat tentang cara bersyukur, diantaranya :

a. Syukur ’abidin [syukurnya para ibadah]

Yaitu syukurnya para ibadah, diukur dengan perhatian mereka kepada Allah SWT. Jika usaha bisnis kita lancar, ibadah shalat akan ditambah dan jika karunia Allah SWT bertambah, maka rajin pula ibadah shalatnya, dan jika usaha bisnisnya sudah lancar atau berhasil, ibadah shalatnya gendur lagi [kalau sudah mapan atau berhasil, tidak perlu ikut pengajian atau tausiyah lagi].

b. Sykur ’alimin [syukurnya orang pandai]

Yaitu syukurnya orang-orang yang pandai atau cerdik, sama dengan syukur ’abidin [syukurnya para ibadah], hanya saja digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

c. Syukur ta’arifin [syukurnya orang bijak]

Yaitu syukurnya orang-orang yang bijak, Allah perhatian atau tidak perhatian, akan tetap beribadah kepada Allah SWT. Tatkala mendapatkan kenikmatan dari Allah SWT, sebaiknya ucapkan selalu ”terima kasih” sebagai bentuk syukur, kita kepada Allah SWT, hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an QS 2 : 152 ”Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku”

3. Punya badan atau fisik yang bisa sabar

Sabar bukan pekerjaan fisik, akan tetapi merupakan pekerjaan hati. Sikap sabar adalah kondisi sikap kita untuk pasrah kepada Allah SWT. Kondisi sabar berkaitan dengan tawakal – berusaha dengan semaksimal mungkin – dan hasil akhir kita diserahkan kepada Allah SWT.

4. Punya pasangan yang shaleh

Pasangan yang shaleh adalah kunci kebahagian. Hidup jauh lebih tentram manakala mendapatkan pasangan yang shaleh, persoalannya bagaimana mencari istri atau suami yang shaleh ?, padahal istri dan anak bisa menjadi musuh kita [para suami], hal ini ditegaskan oleh Allah dalam QS 64 : 14 ”Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni [mereka], maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”

Al-Qur’an menggambarkan karakter pasangan yang shaleh atau istri yang shaleh, yaitu di dalam Al-Qur’an QS 4 : 34 ”Laki-laki [suami] itu pelindung bagi perempuan [istri], karena Allah telah melebihkan sebagian mereka [laki-laki] atas sebagian yang lain [perempuan], dan karena mereka [laki-laki] telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempaun-perempuan yang shaleh, adalah mereka yang taat [kepada Allah] dan menjaga diri ketika [suaminya] tidak ada, karena Allah telah menjaga [mereka]. Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz*, hendaklah kamu beri nasehat kepada mereka, tinggalkan mereka di tempat tidur [pisah ranjang], dan [kalau perlu] pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh Allah Maha Tinggi, Maha Besar”.

* Meninggalkan kewajiban selaku istri, seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.

Maka surat An-Nisa ayat 34 memberi penjelasan kepada kita, bagaimana istri yang shaleh :
a. Qaanitaa, yaitu taat kepada Allah SWT.
b. Khaafid, yaitu menjaga diri ketika [suaminya] tidak ada, karena Allah telah menjaga [mereka].

Dengan mendapat pasangan yang shaleh, tentu hidupnya akan tentram atau bahagia, dengan syarat istri bukan sebagai musuh tentunya seperti penjelasan ayat QS 64 : 14 diatas. Begitu juga dengan anak, diupayakan anak tidak menjadi ’aduwun [anak sebagai musuh], atau fitnah [anak sebagai cobaan] dan diharapkan anak sebagai qurrata’ a’yun [anak sebagai penyejuk hati].

Dengan mendapatkan pasangan yang shaleh, harapan orangtua tentu nantinya anaknya juga shaleh, indikasi anak shaleh diantaranya anak taat kepada perintah Allah SWT dan mudah untuk melakukan hal-hal yang baik.

Ada 4 [empat] hal yaitu dzikir, bersyukur, sabar dan shaleh merupakan hal yang menghantarkan untuk mendapatkan hidup bahagia, baik di dunia dan di akherat. Ke-empat hal itu, bukan hal yang sulit untuk diraih oleh manusia, hampir semua tidak berkaitan dengan materi, akan tetapi berkaitan dengan hati, tinggal pilihan manusia mau meraihnya atau tidak.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s