TIGA PRINSIP HIDUP

Posted: Januari 12, 2010 in Cargo Udara & Kurir

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al Qashash 77).

Dari ayat ini kita bisa merenungkan tiga prinsip penting tentang hidup. Pertama prinsip mengutamakan kebahagiaan kehidupan ukhrawi. Prinsip ini menghendaki agar dalam melaksanakan kehidupan di dunia, kita senantiasa mengutamakan pertimbangan nilai ukhrawi. Namun perlu dipahami, mengutamakan kebahagiaan ukhrawi bukan berarti kebahagiaan duniawi diabaikan sebab amal ukhrawi tidak berdiri sendiri dan terlepas dari amal duniawi. Justru demi mencapai kebahagiaan ukhrawi, kita harus lebih banyak punya amalan duniawi. Orang yang shalat dengan tekun dan disiplin bukanlah semata-mata sebagai amal ukhrawi yang tidak berdampak duniawi sebab bila shalat itu dilakukan menurut tuntutan Allah dan rasulNya, apalagi secara berjamaah, niscaya ia akan banyak memberikan hikmah dalam kehidupan dunia. Bukankah shalat akan mencegah manusia berbuat keji dan munkar? Bukankah terhindarnya manusia dari perbuatan keji dan munkar sangat dibutuhkan demi ketenteraman hidup bersama di dunia ini? Kedua prinsip senantiasa menghendaki kebaikan.

Bila seseorang menanamkan prinsip ini dalam dirinya, niscaya ia akan menunjukkan diri sebagai orang yang pada dasarnya selalu menghendaki kebaikan. Ia akan senantiasa bersangka baik kepada semua orang, selalu berusaha berkata baik dalam pergaulan. Orang yang pada dasarnya hanya menghendaki kebaikan tidak mudah terlibat dalam konflik sebab sangka baiknya terhadap orang lain tidak mudah membuatnya berseteru dengan orang lain. Ketiga adalah prinsip untuk tidak berbuat kerusakan. Bila prinsip ini dipegang teguh, seseorang akan lebih melengkapi prinsip yang kedua, yakni melengkapi upayanya berbuat baik dengan upaya menghindari perbuatan merusak, baik secara fisik maupun nonfisik. Perbuatan merusak secara fisik sudah kita ketahui dan rasakan akibatnya, terutama dalam beberapa bulan terakhir. Pembakaran hutan, pencemaran lingkungan, perusakan gedung-gedung dalam aksi masal, adalah sedikit contoh yang bisa dikemukakan. Akibat buruknya kembali kita rasakan bersama.

Alangkah bahagia, tenteram, dan damai kehidupan manusia dalam bermasyarakat bila ketiga prinsip ini dipegang teguh. Karena itu, dengan prinsip ibda” binafsik, mulailah dari diri Anda sendiri, kita perlu mewujudkannya agar ia terwujud dalam kehidupan bermasyarakat. Tentu akan lebih sempurna lagi bila upaya untuk itu dilakukan secara institusional dengan dukungan aturan-aturan dan lembaga formal. Berbagai peristiwa kurang menyenangkan, yang kita alami beberapa bulan terakhir, seharusnya menyadarkan kita betapa pentingnya tiga prinsip tersebut perlu kita wujudkan secara bersama, demi menciptakan suasana kehidupan dunia yang lebih damai di masa-masa mendatang dan memberi keselamatan hidup di akhirat kelak.
Aamin Ya Rabb Aamin Ya Mujib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s