Gerhana Matahari Cincin Di Pekanbaru Mulai pukul 14.00 s/d 15.21wib

Posted: Januari 15, 2010 in Cargo Udara & Kurir

Sebuah fenomena langka akan terjadi Jumat (15/1) siang ini. Gerhana matahari cincin yang lama tak muncul akan terjadi.

Masyarakat Pekanbaru akan dapat melihat fenomena alam ini, tentu dengan memperhatikan aspek keamanan.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Philip Mustamu menyebutkan gerhana tepatnya terjadi pukul 14.00.47 WIB berupa gerhana matahari cincin. Gerhana ini terjadi paling lama untuk bisa dinikmati oleh masyarakat Pekanbaru.

Terjadinya gerhana ini disebabkan dari posisi matahari, bumi dan bulan sejajar. Matahari tertutup oleh bulan yang terlihat dari bumi. Bentuk sempurna seperti cincin tersebut mungkin hanya akan terlihat di India. Di sana gerhana diprediksi akan berlangsung selama tujuh jam. Namun bukan berarti masyarakat Riau tidak bisa melihatnya.
‘’Masyarakat Kota Pekanbaru bisa melihat gerhana cincin ini dengan frekuensi waktu yang cukup lama,’’ ujar Philip kepada Riau Pos, Kamis (14/1).
Menurutnya, warga bisa melihat gerhana tersebut mulai pukul 14.00.47 WIB, puncaknya terjadi pukul 15.21.50 WIB dan berakhir pada pukul 16.30.57 WIB.
‘’Kita berharap semoga besok (hari ini, red) akan cerah dan tidak berawan jadi gerhana bisa terlihat jelas. Tidak semua daerah bisa menyaksikan gerhana matahari cincin ini. Frekuensi terlihatnya gerhana matahari cincin ini juga berbeda setiap daerah di Indonesia. Ada yang lama dan ada yang tidak terlihat sama sekali,’’ jelasnya.
Masyarakat yang mau melihat fenomena alam langka ini diimbau untuk menggunakan kacamata dan tidak melihat langsung dengan mata telanjang karena berbahaya bagi mata. ‘’Ada frekuensi cahaya yang bisa tiba-tiba terlihat sangat terang dan itu bahaya bagi mata,’’ ujar Philip.
Gerhana matahari cincin tidak akan berpengaruh besar terhadap cuaca dan dan kesehatan. Gerhana ini bisa diperhatikan dengan seksama akan menunjukkan keindahan. ‘’Mungkin ini gerhana terlama dan bisa kita saksikan langsung namun hindari menatap langsung,’’ kata Philip.
Momen Dekatkan Diri kepada Allah
Tentang fenomena alam yang bakal terjadi Jumat (15/1) atau 29 Muharam 1431 H, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru Prof DR H Ilyas Husti mengatakan peristiwa istimewa dan jarang terjadi. “Ini menjadi bukti kebesaran Allah SWT. Saya imbau kepada masyarakat tidak menilai fenomena ini sebagai hal yang negatif, dan kembali untuk mengingat-Nya,” sebutnya kepada RPG.
Untuk itu, diimbau kepada masyarakat melakukan Salat Gerhana Matahari secara berjamaah tepat terjadi gerhana. ‘’Nabi pernah melakukan Salat Gerhana Matahari untuk mengingat Allah SWT, bahwa alam ini berputar sesuai dengan kehendak-Nya,’’ sambung Ilyas.
Oleh karena gerhana terjadi pada hari Jumat ini, maka Ilyas pun meminta kepada Majelis Dakwah Indonesia (MDI), khususnya Pekanbaru, agar materi khutbah Jumat itu berhubungan dengan gerhana matahari. Selanjutnya warga diminta untuk melihat waktu kejadiannya seraya melakukan Salat Gerhana di masjid secara berjamaah.
‘’Salat Gerhana Matahari dilakukan sebanyak dua rakaat, tentunya secara berjamaah di dalam mesjid,’’ tuturnya.
Salat Gerhana
Di bagian lain, pemuka masyarakat Duri Ir H Abdul Gaffar atas nama Koordinator Amar Ma’ruf Nahyi Munkar Masyarakat Mandau dan Pinggir mengimbau segenap kaum muslimin di Kota Minyak untuk menggelar Salat Gerhana Matahari secara berjamaah Jumat (15/1) petang ini di masjid dan musala terdekat di lingkungan masing-masing.
Menurut Gaffar, sesuai informasi yang diterimanya dari Koordinator Observatorium Bosha Lembang Bandung, Evan Irawan Akbar SSi bahwa Jumat (15/1) ini akan terjadi gerhana matahari parsial.
“Semoga Allah mudahkan kita mengajak umat Islam untuk menegakkan Salat Gerhana Matahari berjamaah di masjid dan musala terdekat mulai pukul 14.15 WIB hingga pukul 15.45 WIB lalu diteruskan dengan salat Ashar pukul 15.49 WIB. Mudah-mudahan dengan ditegakkannya Salat Gerhana Matahari dengan khusyuk dan ikhlas lillahi ta’ala, Allah mudahkan bangsa Indonesia meningkatkan kualitas iman dan taqwanya untuk mendapatkan berkah lahir dan batin serta kemuliaan hidup di dunia dan akhirat,” imbaunya lewat pesan singkat yang disebar ke berbagai pihak di Duri, kemarin.
Imbauan serupa juga gencar disampaikan Gaffar saat terjadi gerhana bulan parsial pada malam penyambutan tahun baru Masehi Jumat (1/1) lalu. Saat itu sekitar seratusan jamaah menggelar Salat Gerhana Bulan secara berjamaah di Masjid Agung Ushuluddin di komplek perumahan PT CPI Duri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s