ALLAH, AL MULK

Posted: Januari 22, 2010 in Cargo Udara & Kurir

Allah adalah Raja. Raja Dirja, Raja Diraja Yang Merajai. Pada postingan yang lalu kita telah mencoba melakukan kajian tentang tujuan dan hakikat dari pujian Allah terhadap dirinya sendiri sebegai Tuhan Rabb Al Alamin dan pada kajian kali ini kita akan lanjutkan dengan Al Asma Al Husna yang selanjutnya yaitu tentang nama Tuhan ‘ Al Mulk ‘ atau yang kira-kira bermakna “ Allah adalah Raja yang Memiliki Kerajaan “

Allah adalah Raja. Raja Diraja, Raja Diraja Yang Merajai. Itu adalah nama-nama yang pada hakikatnya merupakan ungkapan kepenguasaan Allah dan Kepemilikan atas makhluk ciptaan-Nya dan dengan nama-nama tersebut Allah telah memerintahkan serta mengajarkan kepada kita cara untuk menyanjungkan puja pujian kepada Tuhan Rabb Al Alamin. Tuhan Semesta Alam

Hanya Allah lah yang berhak menjadi raja, selain dari Allah tidak berhak untuk menjadi raja. Artinya, selain Allah, semunya adalah makhluk yang sama harkat dan martabatnya di muka bumi ini. Sama-sama makhluk yang diciptakan. Satu makhluk tidak harus berkuasa atas makhluk yang lain tanpa hak. Satu bangsa tidak berhak untuk menjadi penguasa dan menguasai bangsa lain atau menjadi bangsa predator serta menjadi bangsa dengan budaya kanibal bagi bagi budaya bangsa lain. Tetapi perbedaan dan ragam yang diciptakan Allah pada hakikatnya bertujuan agar saling mengenal dan melengkapi menuju kesempurnaan martabat makhluk

Kesempurnaan tersebut tentunya hanya bisa dicapai dan diraih oleh makhluk yang tunduk dan taat terhadap tata aturan yang telah digariskan Allah. Ikhlas mengabdi dengan penuh cinta demi kemuliaan Allah, Tuhan yang merupakan Raja, Raja Diraja, Raja Diraja Yang Merajai, bukan pengabdian yang pada hakikatnya merendahkan dan menghinakan Tuhan seperti menyatakan Allah itu Tuhan yang sama dengan makhluk karena punya anak. Maha Suci Allah dari sifat-sifat makhluk, karena membutuhkan atau memiliki anak adalah sifat makhluk, bukan sifat Tuhan Sang Maha Pencipta.

“ Katakanlah: ‘ Mengapa kamu menyembah selain dari pada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat? ‘ dan Allah-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui “ ( QS : 005. : Al Maa-idah : Ayat : 76 )

“ Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan ( Al Quran ) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam [*], Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan( Nya ), dan dia Telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya [**]. Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya ( untuk disembah ), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak Kuasa untuk ( menolak ) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak ( pula untuk mengambil ) suatu kemanfaatan pun dan ( juga ) tidak Kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak ( pula ) membangkitkan “ ( QS : 025 : Al Furqaan : Ayat 1 – 3 )

[*] Maksudnya jin dan manusia.

[**] Maksudnya: segala sesuatu yang dijadikan Tuhan diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup.

Sebagai pencipta, Allah berkuasa secara mutlak atas ciptaan-Nya, karena itulah Dia menamakan diri-Nya sebagai Raja. Hanya Allah, Raja yang wajib disembah dan Raja yang berhak menerima sembah. Sesembahan selain Allah tidak berhak untuk disembah atau selain Allah tidak berhak untuk menerima sembah, karena bukan Raja. Sehingga tunduk dan patuh kepada perintah selain dari perintah Allah adalah sebuah pengingkaran yang merendahkan dan menghinakan harkat dan martabat manusia yang sudah dimuliakan Allah sang pemilik segenap kemuliaan.

“ Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezki kepada mereka sedikit pun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit jua pun).” ( QS : 016. : An Nahl : Ayat 73 )

“ Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta [*]. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; Maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan. “ ( QS : 029. : Al ‘Ankabuut : ayat : 017 )

[ * ] Maksudnya: mereka menyatakan bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafaat kepada mereka disisi Allah dan Ini adalah dusta.

alam kajian hakikat tauhid ini, pemahaman bahwa Allah adalah Raja. Raja Diraja. Raja Diraja Yang Merajai merupakan aplikasi dari ketiadaan kuasa makhluk atas sebab dari tiap-tiap kejadian, melainkan kehendak Allah yang dilahirkan dalam sunatullah yang sudah ditetapkan sesuai kadarnya dari zaman azali dan tidak pula ada satupun yang mampu merubahnya kecuali atas kehendak-Nya yang juga berarti perintah yang wajib.
Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s