Sepuluh Keutamaan Ilmu Dibanding Harta

Posted: Februari 11, 2010 in Cargo Udara & Kurir

Saat ini banyak yang mementingkan harta dibanding ilmu,banyak contohnya seorang mahasiswa mengejar gelas S1 hanya untuk mencari harta dan jabatan sehingga kita lupa hakikat ilmu yang sebenarnya.
Saya pun sebagai orang awam tak lepas dari hal tersebut,oleh karena itu semoga kisah ini bisa sedikit menyentuh hati nurani kita sebagai manusia.
Satu Pertanyaan 10 Jawaban (Ali Bin Abu Thalib).

sunset
Suatu hari 10 orang terpelajar mendatangi Ali sang Khalifah keempat.Entah karena ingin menguji kebijaksanaan Ali atau karena semata-mata ingin tahu dan menambah ilmu.
Mereka berkata,”Kami mohon ijin untuk mengajukan sebuah pertanyaan,”
“Silahkan,”sahut Ali,

“Mengenai ilmu dan harta,manakah yang lebih baik dan mengapa?Mohon diberikan sepuluh jawaban terpisah untuk masing-masing dari kami.”
Ali pun langsung menjawab tanpa perlu berpikir lama.
“(1).Ilmu adalah warisaan Rasullulah,sedang harta adalah warisan Firaun.Sebab itu ilmu lebih baik dari harta.
“(2).Engkau harus menjaga hartamu,sedang ilmu menjagamu.Jadi,ilmu lebih utama.
“(3).Seseorang yang berharta mempunyai banyak musuh,sedang orang yang berilmu mempunyai banyak kawan.Karenanya ilmu lebih bernilai.
“(4).Ilmu lebih mulia dari harta,karena ilmu akan berkembang bila dibagi-bagikan,sedang harta akan susut bila dibagi-bagikan.
“(5).Ilmu lebih baik sebab orang yang berilmu cenderung untuk menjadi dermawan,sedang orang berharta cenderung untuk menjadi kikir dan pelit.
“(6).Ilmu lebih aman karena dia tidak dapat dicuri,sedang harta dapat dicuri.
“(7).Ilmu lebih tahan lama karena tidak rusak oleh waktu atau sebab dipakai,sedang harta bisa rusak.
“(8).Ilmu lebih bernilai karena tanpa batas,sedang harta terbatas dan bisa dihitung.
“(9).Ilmu lebih bermutu karena dia dapat menerangi pikiran,sedang harta cenderung untuk membuat pikiran tidak fokus.
“(10).Ilmu lebih utama karena dia mengajak manusia untuk mengabdi kepada Tuhan mengingat makhluk-Nya yang lemah dan terbatas,sedang harta mendorong manusia menganggap dirinya sebagai Tuhan dengan memandang rendah orang-orang yang lebih miskin darinya.

Semoga kita termasuk orang yang berilmu dan berharta,tapi jangan sampai harta menjadi halangan dalam mencari ilmu dan menjalankan ibadah.
Sumber buku : ALI BIN ABU THALIB

__________________________________________________________________________


Banda Aceh (BTJ) Medan (MES) Padang (PDG) Jambi (DJB) Pekan Baru (PKU) Batam (BTH)
Pangkal Pinang (PGK) Palembang (PLM) Bandar Lampung (TKG) Semarang (SRG) Solo (SOC) Yogyakarta (JOG)
Surabaya (SUB) Malang (MLG) Denpasar (DPS) Lombok (LOP) Pontianak (PNK) Palangkaraya (PKY)
Balikpapan (BPN) Banjarmasin (BDJ) Kendari (KDI) Kupang (KOE) Makasar/Ujung Pandang (UPG)
Manado (MDC) Ambon (AMQ) Biak (BIK) Gorontalo (GTO)
Timika (TIM) Jayapura (DJJ)

__________________________________________________________________________

Komentar
  1. lalu mengatakan:

    menarik, jadi tersindir nieh.. aktivis dakwah harus bisa menyeimbangkan antara kedua hal tersebut^_^ barakallahufik. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s