Festival Museum Nusantara

Posted: Maret 4, 2010 in Cargo Udara & Kurir
Tag:, , , , ,

Museum merupakan wahana yang memiliki peran strategis terhadap penguatan identitas masyarakat dan bangsa. Demikian diungkapkan Manajer Informasi Taman Mini Indonesia Indah J Purnawijaya Alibasa. Mengingat pentingnya arti dan makna museum sebagai sarana untuk melestarikan budaya Bangsa Indonesia dan dalam rangka menyambu Tahun Kunjung Museum 2010, maka pihak Manajemen Taman Mini Indonesia Indah atau TMII menggelar Festival Museum Nusantara 2010. Diharapkan dengan program ini masyarakat dan pengunjung dapat menimba pengalaman, pengetahuan, dan informasi menarik sekitar kehidupan sebagai wujud kebudayaan dari masa lalu, kini, dan menjadi inspirasi pada masa depan.

Program Festival Museum Nusantara ini didukung 17 museum di areal TMII. Salah satunya yang mungkin akan sangat menarik perhatian pengunjung adalah Museum Serangga dan Taman Kupu.

Museum Serangga dan Taman Kupu

Museum Serangga dan Taman Kupu

Museum Serangga dan Taman Kupu

Museum ini didirikan didirikan pada tanggal 20 April 1993 atas prakarsa Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan keanekaragaman dunia serangga dan merangsang minat serta kepedulian masyarakat akan peran dan potensinya di alam.

Dalam Museum Serangga dan Taman Kupu yang menempati areal seluas 500 m2 terdapat beberapa ruangan seperti Ruang pameran tetap, Ruang auditorium, Ruang perpustakaan, Ruang laboratorium, Taman kupu-kupu dan Kedai cinderamata. Sekitar 500 jenis serangga, yang terdiri atas kupu-kupu, kumbang dan kelompok serangga yang lain menjadi koleksi Museum Serangga dan Taman Kupu.

Sekitar 250 jenis kupu-kupu yang dikoleksi Museum Serangga dipamerkan berdasarkan kategori:

1. Berdasarkan Asal daerah

Antara lain : kupu-kupu dari Pulau Alor (NTT), Bacan (Maluku), Bali, Obi (Maluku), Lombok (pulau di sebelah timur Bali), Mangole (Sulawesi Utara), Nias (pulau di sebelah barat Sumatera, termasuk provinsi Sumatera Utara), Seram (Maluku), Simeulue (pulau di sebelah barat Sumatera, termasuk provinsi NAD), Siau (Sulawesi Utara), Sumba (NTT), Timor, Timor-Timur.

Kalo bingung dengan nama daerah yang belum Anda kenal, di sebelah kiri bawah masing-masing kotak pameran tersedia peta dan pulau yang bersangkutan ditandai dengan bulatan merah yang bisa membantu Anda mengenalinya.

2. Taksonomi

Koleksi Kupu-Kupu

Koleksi Kupu-Kupu

  • Suku: Kupu Papilionid, Kupu Pierid, Kupu Nymphalid. Bangsa kupu-kupu memiliki enam suku, tiga lainnya yang belum tersedia di Museum Serangga adalah Kupu Rionidae, Kupu Lycaenid dan Hesperiid.
  • Marga (Genus): Kupu Raja (Troides sp), Kupu Sirsak (Graphium sp).
  • Lain-lain seperti Kupu Indah, Kupu Amathusiid, Kupu Danaid

3. Dilindungi Undang-undang tahun 1980. Terdiri dari 19 jenis Papilionidae dan satu jenis Nymphalidae yaitu kupu-kupu sayap renda, Cethosia myrina. Alasan perlindungan: populasi menurun, kerusakan habitat, endemik, reproduksi lambat, meningkatnya penangkapan.

4. Diorama: Peta Kupu-kupu Indonesia, Kupu-kupu Bantimurung, Kupu-kupu di Pekarangan.

Sekitar 150 jenis kumbang juga menjadi koleksi Museum Kumbang dan Taman Kupu. Koleksi kumbang ini mencakup kumbang badak, kumbang bunga, kumbang daun, kumbang gitar, kumbang kotoran, kumbang lege, kumbang macan, kumbang rusa, kumbang sungut panjang, kumbang tanduk, teka-teka/sambar ilen. Terdapat pula Diorama Pesona Kumbang Nusantara yang bisa menjadi daya tarik.

Beberapa diorama kumbang itu antara lain : Serangga Sawah, Serangga Hutan Tropik, Serangga Perombak, Kumbang Gitar, Lebah Soliter.

Setelah mengenal sedikit tentang Museum Serangga dan Taman Kupu rasanya tidak seasyik jika kita menyaksikannya langsung. Makanya Ayo ke Museum Serangga dan Taman Kupu di Taman Mini Indonesia Indah untuk menyaksikan keindahan itu.

Museum Serangga dan Taman Kupu

Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dengan restu Ibu Tien Soeharto mendirikan Museum Serangga dengan tujuan mengenalkan keanekaragaman khasanah serangga serta merangsang keinginan dan kepedulian masyarakat terhadap peran dan potensinya di alam.

Museum ini menempati areal seluas 500 m2 mengambil bentuk tubuh belalang dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 20 April 1993. Pada tahun 1998, atas bantuan Dr. Soedjarwo melalui Yayasan Sarana Wana Jaya, menambah wahana baru berupa Taman Kupu beserta kebun pakan, kandang penangkaran, dan laboratorium yang diharapkan menjadi usaha penangkaran dan pelestarian kupu-kupu yang dilindungi dan langka. Kemudian tahun 2004 bertambah lagi sarana koleksi binatangnya selain serangga.

Jenis serangga dunia diperkirakan sekitar 16% ada di Indonesia. Sebanyak 500 jenis, terdiri atas kupu-kupu (sekitar 250 jenis), kumbang (sekitar 150 jenis), dan kelompok serangga yang lain (sekitar 100 jenis) menjadi koleksi Museum Serangga dan Taman Kupu (MSTK). Diorama-diorama yang dapat dilihat meliputi pesona kumbang nusantara, peranan serangga tanah dalam ekosistem dan pelestarian ekosistem, peta serangga Indonesia, serangga-serangga perombak, peta kupu-kupu Indonesia, kupu-kupu Bantimurung, dan serangga-serangga di pekarangan, serta kotak-kotak koleksi yang menampilkan kelompok serangga lain.

Selain koleksi serangga mati, juga mempunyai koleksi serangga hidup yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung, antara lain kumbang tanduk, kumbang air, lebah madu, belalang ranting, belalang daun, dan kumbang badak. Di dalam Taman Kupu terdapat sekitar 20 jenis tanaman berbunga yang sering dikunjungi kupu-kupu. Selain itu juga dipelihara beberapa jenis binatang, antara lain tupai Sumatera, tupai Bali, oppusum layang, kadal lidah biru, kancil, dan tarsius. Laboratorium digunakan sebagai sarana penangkaran dan terbuka bagi mahasiswa dan pelajar yang ingin belajar bagaimana mengoleksi, membuat awetan serangga, identifikasi, serta memelihara serangga hidup dan mati.

Museum juga menyediakan layanan untuk menambah pengetahuan mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan serangga, misalnya bimbingan umum tentang serangga dan kehidupannya, pemutaran film tentang kehidupan serangga dan penjelasan di ruang audio visual, bimbingan mengawetkan serangga, dan penangkaran serangga (kupu, belalang ranting dan belalang daun), yang dilengkapi dengan perpustakaan.

Sumber : Taman Mini Indonesia Indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s