Helm Standar SNI

Posted: April 1, 2010 in Cargo Udara & Kurir
Tag:,

hari ini tanggal 1 april 2010 merupakan hari pertama diberlakukannya peraturan tentang standarisasi helm yang harus berlogo “SNI” dengan emboss. banyak pro kontra dengan diberlakukannya peraturan ini. Banyak yang tidak setuju dengan aturan ini. Oke helm cetok tidak bisa dipakai lagi. karena sudah jelas itu tidak memenuhi unsur safety. ketidak setujuan ini karena helm yang berlogo SNI dengan Emboss pun masih dianggap kurang safety bagi kebanyakan bikers2. Masalah tali yang suka kendor sendiri, kualitas material plastik itu sendiri, yang kadang-kadang masih jauh dibawah standar minimal bagi kita pencinta safety. saya bandingkan helm bawaan suzuki skydrive yang logo SNI nya sudah di emboss, dengan helm INK putih saya yang biasa dipakai tiap hari, ternyata sangat lebih bagus helm INK saya yang tanpa emboss SNI.

Lalu bagaiana dengan kita yang memiliki helm sekelas GIVI, ARAI, SHOEI, dll yang notabene helm import yang tak munkin ber’emboss SNI? nampaknya bagi pemilik hel import yang hanya berlisensikan “DOT” atau “SNELL” tanpa embel-embel SNI, dapat bernafas lega. mengapa? kawan kita bro daniel anggota VIXUS (vixion kaskus) menanyakan hal ini kepada TMC Polda metro jaya di site resminya TMC POLDA METRO JAYA.

Beliau bertanya apakah helmnya yang hanya memiliki lisensi DOT atau SNELL tidak dapat digunakan? lalu TMC webmaster menjawab bahwa helm tersebut dapat digunakan. bisa dilihat dari foto percakapan singkat namun sangat berarti berikut,

Semoga dengan jawaban berikut sejalan dengan fakta yang terjadi di lapangan. Karena walaupun UU nya Jelas, PP nya jelas, semua itu terkadang masih dapat  dicari kesalahan dan ketidakjelasan dari aturan itu sendiri oleh OKNUM yang tak dapat dipertanggungjawabkan perbuatannya.

Perbedaan Helm SNI dan Bukan
Pemerintah telah memberlakukan wajib helm Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda motor. Kemudian, bagaimanakah mengetahui perbedaan helm tanpa SNI dan helm dengan SNI.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mengetahui helm tanpa SNI lebih murah. Sisanya mereka tidak peduli terhadap keselamatan dirinya ketika mengendarai motor dan menggunakan helm asal-asalan.

Helm dengan label SNI jelas lebih terjamin kualitas dan mutunya dibandingkan dengan helm tanpa SNI. Secara, helm SNI tentu sudah lolos serangkaian uji oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional). Namun sungguh disayangkan, dari total produksi helm lokal sekitar 9 juta per tahun, sekitar 20-30 persen di antaranya berkualitas nonstandar.

Sekitar 30 persen helm yang beredar di pasar merupakan produk impor yang diduga nonstandar, terutama yang berasal dari China. Lantas, bagaimana membedakan helm SNI dan non-SNI?

Menurut Bambang Setiadi, Kepala BSN, helm SNI yang sudah disertifikasi ditandai dengan pencantuman tanda SNI berupa emboss dan bukan ditempel atau menggunakan stiker. “Ini perlu dilihat baik-baik. Ada tanda SNI yang di-emboss enggak? Kalau enggak, itu palsu. Bukan SNI,” demikian kata Bambang.

Staf Ahli Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) Thomas Lim menyatakan bahwa ternyata saat ini mulai ditemukan adanya indikasi produsen atau importir “nakal” yang memalsukan emboss lambang SNI. Padahal, produsen ini belum mengantongi sertifikasi SNI.

“Indikasi itu mulai ada. Emboss-nya dipalsukan, padahal sertifikasi itu enggak mudah lho prosesnya,” tutur dia.

Modus lain yang mungkin terjadi adalah setelah memiliki sertifikasi produsen akan mulai mengurangi standar produk helm yang akan disebarkan di pasar. Banyak oknum pengusaha nakal dan mencoba mengakali SNI.

“Itu sangat mungkin terjadi. Dan itu enggak hanya di helm, di produk lain seperti pupuk juga ada. Tetapi masyarakat yang akan menilai,” tutur Bambang.

Untuk mengenali helm SNI palsu ini juga tidak mudah. Pasalnya, emboss SNI palsu hampir mirip dengan emboss yang asli. Kualitasnya juga sulit dibedakan dengan mata telanjang. Untuk itu konsumen harus cerdas dalam membeli helm SNI.

Thomas menyarankan agar konsumen membeli helm SNI di toko-toko yang dapat dipertanggungjawabkan. “Ya belilah helm di toko-toko besar yang kira-kira bisa dipertanggungjawabkan,” tutur dia.

sumber :
http://rialhamzah.files.wordpress.com/
http://ot-indo.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s