Rambu Solo ( Pemakaman di Tana Toraja )

Posted: Mei 15, 2010 in Tak Berkategori
Tag:

Rambu Solo adalah upacara pemakaman secara adat toraja yang mewajibkan keluarga yang almarhum membuat pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada almarhum.

upaca ini tidak wajib dilakukan setiap orang toraja meninggal, tpi itu semua tergantung dari kesepakatan pihak keluarga. tpi bagi para bangsawan upacara ini pasti ada.
mayatnya gmna..?? mayatnya untuk sementara waktu disimpan di rumah(ini tergantung dari pihak keluarga almarhum, bisa juga disimpan dalam rumah adat toraja Tongkonan).

bau gak..?? soal bau busuk itu sama sekali tidak ada, saat membuka peti jenazah untuk memasukkan benda2 kesayangan almarhum.
bau busuk tersebut sudah dihilangkan oleh orang pintar, katanya cairan yang msh ada dalam tubuh mayat dibuang ke suatu tempat ( misalnya Hutan ) nah bau mayat tersebut tercium di hutan tersebut.
kok nenek laki2 dan nenek perempuan..?? itu udah kebiasaan org sana.
jarang sekali kita menemukan org toraja menyebutkan kakek jika bicara sesama org toraja, kecuali turist.

upacara rambu solo dapat dilakukan berhari2.
ini yang ane tw susunan acara.
1. acara ini dimulai dari mengarak-arak jenazah keliling kampung dengan diikuti oleh kerbau2 yang nantinya akan di sembeli.

2. mengadakan penarimaan tamu, biasanya 1-2 hari tergantung dari banyaknya tamu yang datang.
3. acara pemotongan kerbau dalam bahasa toraja ( ma’tinggoro tedong ).
4. penguburan: penurunan jenazah dari lumbung dan menggotong jenazah ketempat peristirahatan terakhir.
5. pengucapan syukur keluarga pada sang pencipta yang menandakan upacara ini berakhir.

dalam upacara tersebut banyak upacara2 lain yang diadakan:
misalnya:


Ma’pasilaga tedong (Adu kerbau) biasanya dilakukan sebelum acara pemotongan kerbau.


Tari tarian yang berkaitan dengan ritus rambu solo’ seperti : Pa’Badong, Pa’Dondi, Pa’Randing, Pa’Katia, Pa’papanggan, Passailo dan Pa’pasilaga Tedong; Selanjutnya untuk seni musiknya: Pa’pompang, Pa’dali-dali dan Unnosong. tapi yang sering dilakukan yaitu Pa’badong biasanya berjam2 dan dapat diikuti oleh semua org.


Ma’tinggoro tedong (Pemotongan kerbau dengan ciri khas masyarkat Toraja, yaitu dengan menebas kerbau dengan parang dan hanya dengan sekali tebas).

Sisemba’ (Adu kaki) ini sering dilakukan saat arak2an mayat ke tempat terakhirnya, orang2 yang mengangkat peti jenazah saling tendang2an. ini selalu ane terlibat dalamnya.

acaranya kok mahal..??

saya berikan contoh.
misalkan acaranya dilaksanakan selama 4 hari.
Tamu yang diundang ke dalam upacara biasanya menginap di pondok2 yang sudah disediain dan sudah dinomorin biasanya ada sekitar 30-200 pondok.
jadi undangan itu ditujukan untuk keluarga yang berhubungan, biasanya 1 pondok dihuni 20-40org tergantung tamu yang datang.
misal tamu yang datang 50, biaya membuat pondok 50.
memberi makan 50 pondok selama 4 hari 3 kali sehari + rokok + ballo (tuak) + makanan kecil.
menyediakan kerbau yang puluhan – ratusan juta harga satu kerbau ( biasanya ada 5 ekor ).
membayar yang memimpin selama acara
membayar yang memainkan suling (3-5 juta perhari).

msh banyak dah, pokoknya acara emank besar.

tambahan2
*ballo(tuak) ini minuman yang selalu ada dalam acara2 di tana toraja.
minuman ini gak buat mabok, panas didalam, menambah tenaga, memperpanjang umur.
*pondok2 selama acara dibuat dengan menggunakan bambu tanpa menggunakan paku satupun.
*makam goa, itu hanya bisa dipakai oleh satu garis keturunan saja dan sampai skarang sudah menjadi tempat wisata dan masih digunakan sebagai makam.
*tedong bonga merupakan kerbau termahal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s