Pemaknaan Lagu Lir ilir

Posted: Desember 26, 2011 in Tak Berkategori
Tag:, ,

  • PENDAHULUAN

Lagu Lir ilir adalah salah satu karya besar Sunan Kalijaga, salah satu WaliSongo yang menggunakan lagu Lir ilir sebagai sarana dakwah. Karyanya ini sangat dikenal oleh para masyarakat terdahulu hingga kini, karena lagu ini mengandung makna yang patut untuk diteladani dan mudah dicerna orang zaman dahulu karena mengandung unsur kebudayaan jawa.

  • SYAIR  LAGU LIR  ILIR

Dengarkan lagunya dengan klik Lir-Ilir

Lir-ilir, Lir-ilir, Tandure wus sumilir

Tak ijo royo-royo,

Tak sengguh temanten anyar

Cah angon – cah angon,

Penekno blimbing kuwi,

Lunyu-lunyu ya penekno,

Kanggo mbasuh dodotiro.

Dodotiro – dodotiro,

Kumitir bedah ing pinggir,

Dondomana jlumatana,

Kanggo seba mengko sore.

Mumpung padang rembulane,

Mumpung jembar kalangane,

Yo suraka, surak hiyo.

  • URAIAN  MAKNA  LAGU  LIR  ILIR

Berikut adalah penjabaran makna yang terkandung dalam syair tembang Lir Ilir, berdasarkan beberapa sumber penulis :

Bait pertama menggambarkan mulai bangkitnya islam

Bait kedua perintah menjalankan rukun islam dan perintah-perintahNYA

Bait ketiga yaitu anjuran untuk bertaubat dari segala maksiat yang diperbuat

Bait keempat adanya hasil baik yang didapat bila mau berusaha dengan baik.

Selanjutnya di bawah ini adalah uraian makna lagu Lir ilir dari tiap barisnya

– Lir-ilir, Lir-ilir

Tandure wus sumilir

Artinya : Bangunlah, bangunlah tanamannya sudah tumbuh.

>Dalam baris ini maksud dari bangunlah yang diulang dua kali adalah menyuruh untuk segera bangun.

>Tanamannya sudah tumbuh, yang di maksud tanaman adalah agama islam.

Jadi maksud dari bait ini adalah menyerukan kepada umat untuk segera bangun dari keterpurukan setelah runtuhnya kerajaan Majapahit pada masa itu, karena islam telah datang menaungi seluruh masyarakat.

– Tak ijo royo-royo,

Artinya : Bagaikan warna hijau yang menyegarkan.

Warna hijau disini, menggambarkan agama islam yang sering dilambangkan dengan warna hijau, menampakkan penampilan Islam yang menyenangkan. Juga menggambarkan tanaman yang tumbuh subur nan hijau, dimana iman yang di pelihara dengan baik, maka akan tumbuh dengan baik seperti tanaman yang tumbuh subur dan lebat.

Selain itu, apabila iman seseorang di kotori dengan perbuatan maksiat, maka akan merusak iman seseorang. Sama halnya dengan tanaman yang akan rusak bila terganggu hama, maka harus dihilangkan dengan memberikan anti hama, seperti hati yang akan kembali bersih dengan berbagai penawar hati, misalnya ;

–          Membaca Al qur’an

–          Memperbanyak dzikir

–          Menghadiri pengajian

–          Berpuasa sunnah

–          Dan lain lain

– Tak sengguh temanten anyar

Artinya : Bagaikan pengantin baru

Pengantin baru adalah sepasang mempelai, yang umunya sedang bahagia menempuh hidup barunya. Kalimat ini bermaksudkan kebahagiaan seorang muslim bagaikan kebahagiaan sepasang mempelai dalam menapaki keyakinan imannya.

– Cah angon – cah angon

Penekno blimbing kuwi

Artinya : Anak gembala – Anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu

>Anak gembala disini maksudnya pemimpin yang menjadi contoh bagi pengikutnya.

>Mengapa buah belimbing? Buah belimbing memiliki lima sisi, yang menggambarkan rukun islam dan sholat lima waktu

Dalam sebuah hadits disebutkan :

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ:  سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ و إِقَامُ  الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ  الْبَيْتِ  وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Artinya : Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim)

Jadi yang dimaksud syair ini, bahwa seorang pemimpin haruslah menjadi contoh yang baik untuk pengikutnya, yaitu dengan menjalankan rukun islam dan sholat lima waktu

>Anak gembala juga dapat diartikan sebagai diri kita, dimana penggembala pasti memiliki gembalaan, dan bagi manusia gembalaannya adalah nafsunya. Diharapkan manusia dapat menggembalakan nafsunya dengan baik, agar tidak merusak dan melanggar aturanNYA sehingga merusak imannya.

– Lunyu-lunyu ya penekno

Artinya : meskipun licin, tetap panjatlah

>Baris ini berhubungan dengan baris sebelumnya (panjatlah pohon belimbing itu). Licin dalam baris ini adalah penghambat bagi si pemanjat (cah angon), yang apabila tidak berhati-hati dan bersungguh-sunggu maka akan mudah tergelincir. Sama halnya dalam perintah agama, apabila tidak berhati-hati dari maksiat bisa tergelincir ke dalam lubang dosa. Analogi ini seperti jalan turun yang lebih mudah di bandingkan jalan naik, untuk memanjat dan mendapatkan buah belimbing akan mendapat banyak halangan, tidak seperti jalan turun yang lebih mudah. Analogi tersebut menggambarkan jalan untuk mendapatkan buah syurga memang tidak mudah, semudah jalan turun ke neraka, namun cah angon yang mau berusaha dengan sebaik-baiknya maka akan mendapatkan kebahagiaan abadi.

– Kanggo mbasuh dodotiro

Artinya : Untuk membasuh kain dodot

>Dodot adalah semacam kain kebesaran jaman dahulu yang di gunakan pada acara-acara keratin dan menurut orang jawa, pakaian adalah lambing agama. Pohon belimbing mengandung kadar keasaman yang pada zaman dahulu sering di gunakan untuk merawat kain batik agar tidak mudah rusak dan awet. Dengan maksud lain, islam adalah pembersih hati dan mensucikan kepercayaan manusia dengan rukun islam yang dituntunkan oleh ALLAH.

– Dodotiro – dodotiro

Kumitir bedah ing pinggir

Artinya : Kain dodotmu – kain dodotmu, telah rusak dan robek

>Telah disebutkan sebelumnya, dodot adalah kain dan pakaian merupakan lambang agama. >Dalam hal ini dilambangkan kain dodot yang telah rusak dan robek. Karena kemajuan zaman yang menyebabkan kemerosotan moral manusia, maka rusaklah agama dan akhlaq manusia seperti robeknya kain dodot tersebut.

Sumber lain menyebutkan, kumitir artinya kain yang tertiup angin dan terlihat sobek dipinggirannya. Zaman dahulu ketika raja-raja telah memeluk agama islam, masyarakat pinggiran belum terlalu mengerti islam, masih bercampur dengan kebiasaan nenek moyang yang menganut hindu jawa. Jadi pinggiran kain dodot yang robek disini maksudnya adalah para masyarakat pinggiran yang belum terlalu memahami islam, inilah tugas besar yang diemban oleh para pemimpin.

– Dondomana jlumatana,

Kanggo seba mengko sore.

Artinya : Jahitlah, tisiklah untuk menghadap nanti sore

>Masih berhubungan dengan baris sebelumnya, bahwa Sunan Kalijaga memerintahkan untuk menjahit kain dodot yang robek. Masih seperti di atas, kain dodot maksudnya adalah agama maka maksud perintah Sunan Kalijaga adalah untuk memperbaiki agama.

>Makna untuk menghadap nanti sore, ‘nanti sore’ maksudnya waktu senja yaitu akhir perjalanan hidup, atau menjelang ajal.

Jadi maksud baris ini, diperintahkan kepada manusia untuk memperbaiki agamanya dari berbagai macam maksiat untuk mempersiapkan diri ketika menghadap Illahi nanti.

– Mumpung padang rembulane,

Mumpung jembar kalangane,

Artinya : Selagi masih terang bulannya, selagi masih luas lapangannya

>Terang bulan jelas ada saat malam hari. Tanpa bulan, malam hari akan gelap gulita dan tidak dapat membedakan yang hak dan yang bathil, disinilah maksud sinar bulan adalah agama Islam yang menerangi kegelapan, sehingga dengan sinar bulan (Agama Islam) manusia akan dapat membedakan yang baik dan yang buruk.

>Selagi masih luas lapangannya, maksudnya selagi masih ada waktu untuk memperbaiki.

Sehingga bila digabungkan, Agama Islam telah memberikan tuntunan kepada kita didunia, maka manfaatkanlah waktu yang diberikan untuk menjadi muslim yang sebaik-baiknya sebelum waktu kita didunia habis.

– Yo suraka, surak hiyo.

Artinya : ya, bersoraklah, berteriak-lah iya

Baris terakhir ini merupakan ajakan untuk bersorak bahagia. Berbahagialah bagi orang yang mampu menjaga agamanya dengan baik. Berbahagialah bagi ‘cah angon’ yang mampu memanjat hingga mendapatkan buahnya (surga), sambut seruan Islam dengan bahagia.

Di dalam Al qur’an surat Al Anfaal ayat 24 disebutkan :

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu ….

  • KESIMPULAN

Lagu ini menyimpan makna dan pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Bila disimpulkan menjadi satu bagian, Lagu Lir ilir menggambarkan bahwa kala itu Islam baru saja berkembang di pulau jawa khusunya. Dimana kerajaan majapahit baru saja runtuh dan masyarakat masih didominasi oleh agama nenek moyang, yaitu hindu jawa.

Agama Islam digambarkan dengan tanaman yang berwarna hijau, menampakkan penampilan Islam yang menyenangkan, dan bagi seorang muslim patutlah berbahagia seperti bahagianya sepasang pengantin baru.

Lagu ini menganalogikan seorang penggembala (cah angon) mewakilkan makna diri kita yang memiliki gembalaan nafsu, diharapkan manusia dapat menggembalakan nafsu dengan baik. Cah angon juga diartikan sebagai pemimpin yang menjadi contoh para pengikutnya, diharapkan seorang pemimpin mengamalkan rukun islam sehingga akan menjadi contoh yang baik bagi pengikutnya, rukun islam dilambangkan dalam buah belimbing yang memiliki lima sisi.

Dalam mempertahankan iman tidaklah mudah, pasti ada rintangan dalam menjaga keimanan. Karena jalan menuju neraka memang lebih mudah di banding menuju syurga. Seperti analogi dalam lagu ini, perintah untuk memanjat pohon meskipun susah mencapai buahnya (surga).

Selanjutnya analogi dalam kain dodot, yang merupakan pakaian kebesaran di kraton. Menurut orang jawa pakaian adalah lambang agama yang biasanya dirawat dengan mencucinya menggunakan buah belimbing. Seperti halnya agama yang harus dipelihara dan dirawat keimanannya. Kain dodot yang telah rusak dan robek diga,barkan seperti telah merosotnya iman seseorang, sehingga merusak keimanannya, maka kain ini harus di jahit dan diperbaiki. Keimanan harus kembali diperbaiki untuk menghadap Illahi pada akhir hayat nanti. Selagi masih ada waktu dan kesempatan dan waktu. Dan berbahagialah bagi para muslim yang memelihara keimanannya.

Sumber :

http://suryantara.wordpress.com/2007/12/02/membeda-tembang-ilir-ilir/
http://dnuxminds.wordpress.com/2007/05/18/tafsir-lir-ilir-tembang-syareat-para-wali-tanah-jawi/
http://www.scribd.com/doc/4370861/arti-makna-tembang-ilirilir
http://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-3-rukun-islam/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: